Banyak Bertanya, malu-maluin



Ada seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung.
Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang.
Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.



Lelaki tua : "Siapa di sini yang punya burung?"



Seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.



Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:



"Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung?"



Seluruh penduduk wanita pun berdiri.



Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia menyambung,



"Maaf, bukan itu maksud saya"



Sekali lagi dia bertanya.



"Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri"



Separuh penduduk wanita berdiri.



Muka lelaki tua itu makin merah. Ia makin gugup.



"Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?"



Lalu... Isteri lelaki itu pun pun berdiri....dan seorang wanita lain ...



Maka kali ini muka sang isteri merah padam.



Lelaki itu pun terpaksa melarikan diri...



Thank's for my brother Abdullah Sanusi Sending me this funny email..hehehe..



Malu bertanya sesat dijalan. Hehe pepatah ini mungkin yang menginspirasi lelaki tua itu untuk menuntaskan masalahnya hari itu juga. but wrong place and wrong time..hehehe

Baca Selengkapnya..

Karena aku Orang Indonesia



Kulirik jam tangan ini. Terbayang kemarahan temanku yang kemarin kujanji tuk ketemuan. Entah mengapa hati ini gelisah kalo dah janji ama teman yang satu ini trus ga on time. Ugh 15 menit lagi dari waktu yang ditentukan, siaul...mana macet lagi.



Hampir dua tahun meninggalkan kota ini, banyak perubahan di sana-sini. Kawasan tamalanrea yang dulu diplot sebagai kawasan pendidikan, sekarang lihat saja kanan kiri sepanjang jalan perintis, setiap semeternya pasti ada outlet belanja, kek jejeran factory outlet di cihampeulas bandung. Apa Makassar sudah kehabisan lahan yah? kalo lahan untuk para pengusaha-pengusaha malah terkesan dipaksakan tuk diadakan..ah jadi ingat slogan kita, kepentingan pribadi kan harus selalu diutamaken daripada kepentingan umum, ya kan....ups. Hmm jadi ingat SD Sudirman dekat karebosi yang mau direlokasi dengan alasan banyak murid yang pulang sekolah, dipastikan bakal macet di sekitar Jl Jenderal Sudirman. Padahal, jalan ini termasuk jantung Kota Makassar dengan tingkat kepadatan arus kendaraan yang sangat tinggi



Tak ada lagi pohon rindang yang menghalangi terik matahari tuk menguras keringatku yang lagi terjebak macet di daerah yang dulu ku kenal tak mengenal kata macet. Asing di negeri sendiri...10 menit lagi...ugh



Tibalah saya di kemacetan depan sebuah mall yang baru dibangun, masih sejejeran dengan rame outlet tadi, MTOS, Makassar Town Square nama mall itu. Decak kagum tulusku melihat Mall ini, banyak benar perubahan kota ini. Hitung-hitunganku, mall ini ga cukup dua tahun sudah kelar. Kok bisa yah pembangunan lokasi para PK5 malah bisa bertahun-tahun, malah yang ada, baru direncanakan tapi PK5 nya digusur duluan....kota yang aneh. Mana nama Mallnya ga kreatip, latah. Mirip dengan CITOS jakarta atau MATOS Malang. kok jadi menggerutu gini yah...hehe, Andai ga macet tak apelah.. Kukutuk Mall ini jadi batu..eh..




Piiiip..pip..piiiip..sahut-sahutan klakson menghentakku dari lamunan, 6 menit lagi. Yah pasrah keknya telinga ini kena makian temanku. Macet pastilah bukan alasan yang tepat di depan temanku ini. Padahal dia kan juga orang indonesia, yang kukenal dengan jam karetnya. hmm apa yah? gimana kalo "MAAP YAH AKU TELAT KARENA AKU ORANG INDONESIA".. Baca Selengkapnya..

Reuni di Losari



Aku, Akal dan hati melepas rindu di suatu sudut teduh berteman kopi menatap sunset di ufuk barat losari.
Dimulailah percakapan dua temanku yang dari jaman baheula kerap bertengkar.


Hati : semua ini diciptakan berpasang-pasangan lho kal..


akal : hmm..maksudnya apa ti?


Hati : iya kal, siang diciptakan beserta malam, pria dan wanita, trus siang dan malam..


akal : kaya dan miskin juga donk ti


Hati : yup..


akal : trus begini ti, apakah keadilan diciptakan hanya tuk orang kaya trus ketidakadilan sebagai pasangan keadilan dihadirkan hanya untuk orang miskin ti?


Hati : hmm..keadilan dan ketidakadilan tidak bisa dinominalkan kal, jangkauan pandang mu sebatas digit, dimatrikskan pun hanya mendapatkan solusi tak terbatas, fana. Maka vonis keadilan manusia mempertimbangkan logis dan tak logis.


(Rona merah memenuhi langit di ufuk barat)..percakapan terhenti sejenak seakan terpana keindahan sunset, hati berhikmah.


Hati : tau ga kal, dahulu kala, Senja seperti inilah yang meruntuhkan keyakinan Ibrahim atas ketuhanan matahari


Akal : hmm..jadi ingat ti..Klo sore pasangannya apa ti?


Hati : kenapa kau bertanya seperti itu kal?


Akal ; katanya semua berpasan-pasangan, klo sore pasangannya apa donk ti?


Hati : Antara Siang ke malam diciptakanlah sore sebagai perantaranya, maka perantara malam ke sianglah yang menjadi pasangannya, apa hayoo kal?


Akal : maksudnya pagi ti?


Hati : yup..Maka pagilah yang meruntuhkan keyakinan Ibrahim atas ketuhanan Bulan.
tampak mengangguk-angguk Akal.



Sayup-sayup bisikan antara pepohonan dan desir ombak menyadarkanku lembut dari menguping percakapan dua sahabatku..........


Hayya Alal falaah....


Kemenangan atas akal ya ti? tanyaku kpd sahabatku ini, dia hanya menjawab..


Hayya Alal falaah...


hmm...sore yang aneh...

Baca Selengkapnya..

I have lived in Tamalanrea for 26 years..never leave it even one second, but to travel to others city was just my dream. On one second a chance come to me and I make a decision to catch the chance..Finally I found my self in some cities. Coming with my new desire to learn writing, a mixture occured. Try to write what I feel, see, taste, hear, with not enough experience in writing..

bookOnreading

bookOnreading
"Settingan tahun 1941 di sebuah daerah transmigrasi di Amerika. Dikaki pegunungan Allegheny yang terpencil itu terbentang kota Hyde Bend. Jantungnya adalah sebuah kilang baja; tulangnya, komunitas imigran Polandia yang rapat yang mendiami kota tersebut; dan darahnya, keyakinan Katolik mereka yang keras. Tetapi dalam jiwa kota itu terkubur rapat-rapat sebuah rahasia berbahaya yang mengelilingi kematian seorang pendeta yang sangat dipuja. "

postOn

commentOn

Name :
Web URL :
Message :

chatOnme

dewOnstreet

activityOndisblog