I hate "What a wonderful world - Rod Stewart"

Siapa yang tidak terhanyut mendengarkan lagu What a wonderful worldnya Rod Stewart?
Beda orang beda selera sih, yang jelas, jika seandainya, Rod Stewart menyanyikan lagu cicak-cicak di dinding pun, saya yakin dan percaya, masih akan tetap nyaman dan enak tuk didengarkan. Jika dibandingkan kalo saya yang nyanyi maksudnya.

Tapi saya bukan pengagum berat Rod Stewart. Bahkan tidak sebiji pun kasetnya nangkring di lemari. (Hehehe...yaeyyalah, masih pake kaset? dah jaman mp3 kale)

Habis sahur, trus mendengarkan lagu ini di alunan musik radio subuh jelang imsak, serasa ingin menegaskan kembali; kenapa saya sangat tidak suka dengan lagu ini.

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself,
what a wonderful world



Mana pohon-pohon yang hijau, apalagi mawar merah?
yang merekah untukku dan untukmu
seandainya kau pernah ke Indonesia, masih kah kau akan
mengatakan; betapa indahnya dunia ini


I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day and the dark sacred night

And I think to myself,
what a w
onderful world

Mana biru angkasa dan putih langit?
Cerah kah? Seandainya saja kau pernah ke Indonesia, dan masih mengatakan; betapa indahnya dunia ini, layak memang tak kumiliki kasetmu. Sama saja kalau kau ketemu dengan orang yang sumbing, lalu kau berkata; Betapa indahnya bibir diciptakan. Marahku memuncak.


The colours of the rainbow, so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by

I see friends shakin' hands, sayin' "How do you do?"

They're really saying "I love you"


Pelangi yang indah di antara polusi asap,
inpirasi buat orang-orang yang saling bertemu, hidung dan mulutnya tertutup masker karena asap, sampai ingin mengatakan "I love you".
Apakah karena melihat sampah, lalu kita juga akan terinspirasi tuk mengatakan pada kekasih kita " I miss you". Mungkin saja.


I hear babies cryin', I watch them grow
They'll learn much more than I'll ever know
And I think to myself,
what a wonderful world


Saya mendengar bayi-bayi menangis, dan melihat mereka tumbuh besar.
mereka akan belajar lebih dari yang saya tahu,
Betapa Indahnya dunia ini (tranlate sebenarnya).
Bait yang ini, terus terang, sangat menjengkelkan. Ironi. Sudah tau kesengsaraan mereka, tapi masih berkata " What a wonderful world".


Untuk sekarang ini, saya masih punya alasan untuk tidak menyenangi lagumu Rod. Mungkin 10 tahun atau 20 tahun nanti, tetap. Karena what a wonderfulmu, mimpi. Beautiful bedream.

4 comments:

  1. salahkan louis armstrong .. :P

    ReplyDelete
  2. Setau saya sih, yang ciptain lagu ini memang justru lagi jengkel-jengkelnya dengan hidupnya. Saking gemesnya akan kehidupan yang dialami, maka lahir lagu begini...

    ReplyDelete
  3. Anonymous4:46 PM

    Bacalah terlebih dahulu apa yg dibalik lagu ini diciptakan..
    Louis Amstrong menciptakan lagu ini terinspirasi dari panti asuhan anak-anak tunanetra yang dia pernah kunjungi, dia menuliskan 'betapa indahnya dunia ini' jika anak-anak ini dapat melihat lagit2 diluar sana...


    *Anda melihat dari segi persepsi dari diri anda sendiri, melihat kondisi alam skrg, menyesuaikan sudut pandang masa kini dan yang jelas lagi anda tidak menempatkan sudut pandang anda pada sisi louis amstrong.

    ReplyDelete
  4. Hi, Really great effort. Everyone must read this article. Thanks for sharing.

    ReplyDelete

I have lived in Tamalanrea for 26 years..never leave it even one second, but to travel to others city was just my dream. On one second a chance come to me and I make a decision to catch the chance..Finally I found my self in some cities. Coming with my new desire to learn writing, a mixture occured. Try to write what I feel, see, taste, hear, with not enough experience in writing..

bookOnreading

bookOnreading
"Settingan tahun 1941 di sebuah daerah transmigrasi di Amerika. Dikaki pegunungan Allegheny yang terpencil itu terbentang kota Hyde Bend. Jantungnya adalah sebuah kilang baja; tulangnya, komunitas imigran Polandia yang rapat yang mendiami kota tersebut; dan darahnya, keyakinan Katolik mereka yang keras. Tetapi dalam jiwa kota itu terkubur rapat-rapat sebuah rahasia berbahaya yang mengelilingi kematian seorang pendeta yang sangat dipuja. "

postOn

commentOn

Name :
Web URL :
Message :

chatOnme

dewOnstreet

activityOndisblog