Banyak Bertanya, malu-maluin



Ada seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung.
Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang.
Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.



Lelaki tua : "Siapa di sini yang punya burung?"



Seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.



Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:



"Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung?"



Seluruh penduduk wanita pun berdiri.



Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia menyambung,



"Maaf, bukan itu maksud saya"



Sekali lagi dia bertanya.



"Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri"



Separuh penduduk wanita berdiri.



Muka lelaki tua itu makin merah. Ia makin gugup.



"Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?"



Lalu... Isteri lelaki itu pun pun berdiri....dan seorang wanita lain ...



Maka kali ini muka sang isteri merah padam.



Lelaki itu pun terpaksa melarikan diri...



Thank's for my brother Abdullah Sanusi Sending me this funny email..hehehe..



Malu bertanya sesat dijalan. Hehe pepatah ini mungkin yang menginspirasi lelaki tua itu untuk menuntaskan masalahnya hari itu juga. but wrong place and wrong time..hehehe

1 comment:

  1. Untung dia tidak bertanya "Siapa yang pernah melihat sangkar burung saya". Pasti seluruh penduduk laki-laki berdiri. :)

    ReplyDelete

I have lived in Tamalanrea for 26 years..never leave it even one second, but to travel to others city was just my dream. On one second a chance come to me and I make a decision to catch the chance..Finally I found my self in some cities. Coming with my new desire to learn writing, a mixture occured. Try to write what I feel, see, taste, hear, with not enough experience in writing..

bookOnreading

bookOnreading
"Settingan tahun 1941 di sebuah daerah transmigrasi di Amerika. Dikaki pegunungan Allegheny yang terpencil itu terbentang kota Hyde Bend. Jantungnya adalah sebuah kilang baja; tulangnya, komunitas imigran Polandia yang rapat yang mendiami kota tersebut; dan darahnya, keyakinan Katolik mereka yang keras. Tetapi dalam jiwa kota itu terkubur rapat-rapat sebuah rahasia berbahaya yang mengelilingi kematian seorang pendeta yang sangat dipuja. "

postOn

commentOn

Name :
Web URL :
Message :

chatOnme

dewOnstreet

activityOndisblog